Maret 1998
Sebaris telegram singkat yang kuterima dari Semarang mau tak mau membuatku berpikir kembali. Benarkah aktivitasku sudah kelewat batas? Kekhawatiran orangtuaku memang beralasan. Aku dengar sendiri berita mengenai penangkapan mahasiswa dan para aktivis pro-reformasi. Kampus memang sudah membuka jalan hingga akhirnya kami bisa ikut turun ke jalan. Tapi justru karena itu risiko tertangkapnya kami semakin besar.
1 Maret 1998
Sidang Istimewa MPR dengan agenda mendengarkan laporan
pertanggungjawaban Presiden. Laporan ini ditolak, dengan pertimbangan ambruknya
kondisi ekonomi Indonesia, semakin melejitnya hutang luar negeri Indonesia, dan
banyaknya kasus-kasus politik yang bertentangan dengan konstitusi. Presiden
juga dinilai melanggar kebebasan pers dengan membredel berbagai media massa,
ditambah lagi dengan kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi selama
kepemimpinannya.
Situasi politik semakin kacau.
3 Maret 1998, mahasiswa IAIN
Sunan Kalijaga bersama dengan warga sekitar melakukan aksi menuntut mundurnya
Presiden. 5 Maret 1998, ribuan mahasiswa UGM kembali turun ke jalan menuntut
hal serupa. Aksi mahasiswa juga kembali terjadi di Jakarta oleh mahasiswa UI
dan merembet ke IKIP Rawamangun. Kongres Indonesia yang rencananya akan
mengusung reformasi politik dan ekonomi, serta mengajukan sejumlah tokoh
sebagai pemimpin pemerintahan yang baru terpaksa gagal dilaksanakan karena
dibubarkan secara paksa oleh aparat. Beberapa nama aktivis pro-demokrasi yang
terlibat ditangkap dan didakwa melanggar undang-undang mengenai kegiatan
politik.
Yogyakarta, Maret 1998.
Pulang kamu nduk titik Situasi mulai berbahaya titik Jangan
ikut demo demo segala titik
Sebaris telegram singkat yang kuterima dari Semarang mau tak mau membuatku berpikir kembali. Benarkah aktivitasku sudah kelewat batas? Kekhawatiran orangtuaku memang beralasan. Aku dengar sendiri berita mengenai penangkapan mahasiswa dan para aktivis pro-reformasi. Kampus memang sudah membuka jalan hingga akhirnya kami bisa ikut turun ke jalan. Tapi justru karena itu risiko tertangkapnya kami semakin besar.
Sebegitu kuatnya rezim ini. Kurasa perlu gerakan seluruh
rakyat untuk meruntuhkan kekuatannya. Laporan pertanggungjawaban Presiden
memang sudah ditolak dalam Sidang Istimewa MPR, namun kenyataannya beliau tetap
saja kokoh di puncak pimpinan.
“Kita ini akademisi, sudah seharusnya kita mengkritisi apa
yang terjadi. Kalian tidak memperjuangkan hal yang salah. Kita mungkin perlu
berteriak lebih keras lagi untuk membuka telinga mereka. Tentu saja, yang saya
harapkan teriakan kita bukan hanya jadi angin lalu, tapi menjadi pisau untuk
mengoyak ketulian mereka!” seru Pak Suryanto saat menemui kami setelah mimbar
bebas beberapa hari yang lalu.
“Benar. Kita ini pemuda. Ingat kalian tentang Sumpah Pemuda?
Dengan semangatnya, ide-idenya, pemuda Indonesia berhasil membawa negara ini
bersatu hingga berdaulat. Maka dengan semangat yang sama kita pasti bisa
merubah keadaan bangsa kita sekarang ini menjadi lebih bak!” sambung Bang
Darjo.
“Hidup mahasiswa Indonesia! Hidup rakyat Indonesia!”, yang
kemudian ditirukan semua yang hadir di sekre sore itu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar