Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.....
Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Segala puji bagi Allah, Tuhanku, Tuhan seru sekalian alam.
Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.....
Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Gebyar kembang api menerangi sepanjang jalan.
Berderet-deret lampu kendaraan memenuhi jalanan.
Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.....
Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Seru sukacita dikumandangkan.
Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.....
Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Nun jauh di belahan bumi, bukan suara kembang api yang terdengar.
Bukan pula gebyarnya yang membelah langit malam.
Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.....
Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Segala puji bagiMu Allah, Tuhanku, Tuhan seru sekalian alam.
Bersipongang dalam lengang yang mencekam.
Maafkan kami duhai Sang Maha Welas Asih.
Takbir kami kalah dengan geram meriam, letupan syukur kami kalah dengan ledakan bom dan misil.
Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.....
Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Sembah sujud kami padaMu Sang Maha Perkasa.
Tangan-tangan kami, tubuh-tubuh kami tidak lagi berdaya mempertahankan rumahMu untuk tetap tegak di hari yang suci ini.
Ampuni kami wahai Engkau Yang Maha Mengetahui
Bahwa di dalam hati kami tidak sepenuhnya sukacita, malah lebih banyak duka di hari ini.
Bahwa hari ini, di dalam hati kami terselip ketakutan di luar syukur kami padaMu.
Maka lihatlah Allah, Tuhanku, dengan gagah berani kami songsong kematian
Lebur dalam sujud, syukur, takbir, dan tasbih.
Dengar seruan kami Tuhanku!
Sesungguhnya kami percaya Engkau begitu dekat.
Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.....
Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Di belahan bumi yang lain, bukan berderet-deret kendaraan yang mengantre,
melainkan berderet mayat bocah-bocah yang berserak, yang mati kelaparan.
Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.....
Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Sembah sujud kami padaMu Sang Maha Pemberi Rahmat
Di tanah tandus, gersang ini telah Engkau berikan nikmat Fitrah.
Setelah kami diwajibkan sebulan berpuasa.
Wahai Engkau Yang Maha dari Segala Maha,
sesungguhnya tanpa turun perintahMu pun kami tiap hari berpuasa, mengikat perut kami menahan lapar dan dahaga, melihat anak-anak kami yang menyerah berjuang dan akhirnya tinggal tulang berserak di tanah.
Hampir setiap hari.
Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.....
Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Betapa beruntung saudara-saudara kami yang menikmati malam Fitri ini.
Betapa bahagia saudara-saudara kami yang dengan tenang mengumandangkan takbir dan bersujud kepadaMu
Betapa menyenangkan melihat senyum kanak-kanak yang membawa permen dan berlarian di halaman.
Betapa teduh menyaksikan anak-anak yang menciumi tangan orangtuanya
Betapa nikmat orang-orang yang diberikan kesempatan berkumpul dengan keluarganya dalam keadaan sehat.
Sementara kami bergumul dengan bencana, kelaparan, roket, tank, misil, bom, senapan, dan maut yang siap menjemput kami kapan saja.
Sementara kami bersujud di reruntuhan masjid, di bawah todongan senjata
Sementara kami meratapi jenazah anak-anak kami, handai taulan kami, di balik puing-puing rumah kami yang masih tersisa
Tidak ada permen untuk anak-anak kami.
Tidak ada kembang apai di langit kota kami.
Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.....
Betapa bahagia saudara-saudara kami yang dengan tenang mengumandangkan takbir dan bersujud kepadaMu
Betapa menyenangkan melihat senyum kanak-kanak yang membawa permen dan berlarian di halaman.
Betapa teduh menyaksikan anak-anak yang menciumi tangan orangtuanya
Betapa nikmat orang-orang yang diberikan kesempatan berkumpul dengan keluarganya dalam keadaan sehat.
Sementara kami bergumul dengan bencana, kelaparan, roket, tank, misil, bom, senapan, dan maut yang siap menjemput kami kapan saja.
Sementara kami bersujud di reruntuhan masjid, di bawah todongan senjata
Sementara kami meratapi jenazah anak-anak kami, handai taulan kami, di balik puing-puing rumah kami yang masih tersisa
Tidak ada permen untuk anak-anak kami.
Tidak ada kembang apai di langit kota kami.
Allahu akbar.. Allahu akbar.. Allahu akbar.....
Laa - ilaaha - illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil - hamd.
Surakarta, 28 Juli 2014
