Finally, semua harus berakhir lebih baik.
Well, habis putus semua rencana hidupku berubah lumayan drastis. Awalnya, aku mau di Indonesia dulu sambil kuliah, habis itu nikah, baru deh ke luar negeri. Yah, itu kan dulu saat aku merasa masa depanku terjamin dengan cowokku yang ciku. Sekarang aku sendirian, dan nggak tahu bisa hidup dengan dia lagi ato nggak.
Dipikir-pikir lagi, aku sekarang harus bisa "membuktikan sesuatu" secepatnya.
Oke, jadi begini garis besar rancangan hidupku :
1. Kejar pelajaran
Ga mau tahu, aku mau dapet baskins robinsku! Selain itu, lewat sinilah aku bisa lebih mudah "melarikan diri" dari Indonesia yang notabene adalah tempat di mana dia tinggal.
2. Balik ke Bio
Mau nggak mau inilah jalan awalku. Sekarang paskib nggak ada lagi ngaruhnya sama aku dan dia, malah bikin suntuk inget yg dulu-dulu. Aku pikir ini waktunya aku "pulang" dan jadi orang yang "tak diharapkan" di bidang ini.
3. Penuhi hari-hariku dengan les, dsb
Selain buat mewujudkan visi nomor 1, ini juga ada gunanya biar aku nggak nyuwung. Sumpah, aku bisa gila kelamaan berdiam diri.
4. Balikin aku yang "ambisius" dan nggak pedulian
Ini modal yang bener2 aku perlukan buat semuanya.
5. Menang lomba sebanyak-banyaknya, kumpulin duit sebanyak mungkin.
Sebodo amat deh, toh aku butuh semua ini. Dan dengan ini aku bisa nebeng belajar lebih banyak. Cara lainnya, aku kudu bisa nyelesaiin dan nerbitin "harta karun"ku yang selama bertahun-tahun terpendam "n nggak sempet aku sentuh.
6. Jadi anak sholehah, rajin, dan dapat dipercaya
Aku pengen "merayu" Tuhan biar Dia kasih apa yang aku butuhkan dan kasih jalan yg benar buat semuanya. Bikin ortu seneng juga sih, tapi yang utama ya buat menjalankan misi "merayu".
7. NO COWOK! NO LOVE!
Persetan sama cemburu sama dia! Misiku adalah misiku, aku nggak mau diganggu lagi sama makhluk yang namanya COWOK. Nanti, setelah semuanya beres baru deh aku mikirin cowok lagi. Alasan lain ya karena aku nungguin dia, cuma mau sama dia, nggak mau cowok lain.
8. Belajar jadi ibu yang baik.
Aku dah punya "anak" broo, umurnya 3 tahun. Gimana jadinya kalo aku nggak bisa masak, nggak bisa nganterin dia ke mana-mana sementara sekarang aja dia nggak punya Ayah? Lagian nggak ada salahnya kan kalo aku belajar buat jadi ibu beneran? Ini termasuk urusan dandan juga lho!
Kayaknya ini dulu deh, kalo ada tambahan nyusul deh. Intinya, aku harus bisa melewati hidupku bertahun-tahun ke depan sendirian, harus sendirian! Makanya, aku harus cari cara biar semuanya berjalan lancar.
Kamis, 29 Desember 2011
Sabtu, 03 Desember 2011
Angel-2
Langit kelabu Desember.
Ah, itu sudah biasa.
Ya, biasa menjadi lirik lagu-lagu cengeng orang patah hati.
Tapi bukan laguku.
Menanti kupu-kupu,
yang kepak sayapnya menggetarkan sukmaku.
Lihat, dia di sana, cantik sekali..
Kupu-kupu hinggap di pundakku,
bersandar.
Sepertinya dia ingin berbagi penatnya melanglang buana
padaku.
Kutarik nafas dalam.
Dulu aku pernah ingin melepasnya pergi,
karena ketidaktegaan, aku menerimanya kembali.
Kurasa beban berat menggelayut di pundakku.
Aku tahu, sekarang dialah yang ingin pergi..
Satu tarikan nafas berat lagi.
Aku akan melepas kupu-kupu ini sekali lagi,
dan aku berjanji tak akan pernah memintanya kembali.
Biar,
biar dia nyaman bersama pilihannya.
Dia tahu apa yang menjadi keputusannya.
Pergilah sayang,
suatu saat hinggaplah lagi di bahuku,
sebagai sahabatku yang mengisi sepiku.
Terbanglah sayang,
susul para bidadari yang sudah mulai melayang..
Langit kelabu Desember,
masih bukan penggambaran yang pas untuk hatiku.
Hujan tak lagi turun.
Dan aku bersedia melepas semua monumen untuknya.
Kepak sayap kupu-kupuku memanggil.
Belum saatnya untukku sayang,
biar aku di sini dulu,
menata semuanya sebelum ber-reinkarnasi menjadi indah,
sepertimu.
(Tulisan terakhir menutup 2 tahun 10 bulan bersamanya)
Ah, itu sudah biasa.
Ya, biasa menjadi lirik lagu-lagu cengeng orang patah hati.
Tapi bukan laguku.
Menanti kupu-kupu,
yang kepak sayapnya menggetarkan sukmaku.
Lihat, dia di sana, cantik sekali..
Kupu-kupu hinggap di pundakku,
bersandar.
Sepertinya dia ingin berbagi penatnya melanglang buana
padaku.
Kutarik nafas dalam.
Dulu aku pernah ingin melepasnya pergi,
karena ketidaktegaan, aku menerimanya kembali.
Kurasa beban berat menggelayut di pundakku.
Aku tahu, sekarang dialah yang ingin pergi..
Satu tarikan nafas berat lagi.
Aku akan melepas kupu-kupu ini sekali lagi,
dan aku berjanji tak akan pernah memintanya kembali.
Biar,
biar dia nyaman bersama pilihannya.
Dia tahu apa yang menjadi keputusannya.
Pergilah sayang,
suatu saat hinggaplah lagi di bahuku,
sebagai sahabatku yang mengisi sepiku.
Terbanglah sayang,
susul para bidadari yang sudah mulai melayang..
Langit kelabu Desember,
masih bukan penggambaran yang pas untuk hatiku.
Hujan tak lagi turun.
Dan aku bersedia melepas semua monumen untuknya.
Kepak sayap kupu-kupuku memanggil.
Belum saatnya untukku sayang,
biar aku di sini dulu,
menata semuanya sebelum ber-reinkarnasi menjadi indah,
sepertimu.
(Tulisan terakhir menutup 2 tahun 10 bulan bersamanya)
Langganan:
Postingan (Atom)
