Sabtu, 03 Desember 2011

Angel-2

Langit kelabu Desember.
Ah, itu sudah biasa.
Ya, biasa menjadi lirik lagu-lagu cengeng orang patah hati.
Tapi bukan laguku.

Menanti kupu-kupu,
yang kepak sayapnya menggetarkan sukmaku.
Lihat, dia di sana, cantik sekali..

Kupu-kupu hinggap di pundakku,
bersandar.
Sepertinya dia ingin berbagi penatnya melanglang buana
padaku.

Kutarik nafas dalam.
Dulu aku pernah ingin melepasnya pergi,
karena ketidaktegaan, aku menerimanya kembali.

Kurasa beban berat menggelayut di pundakku.

Aku tahu, sekarang dialah yang ingin pergi..

Satu tarikan nafas berat lagi.

Aku akan melepas kupu-kupu ini sekali lagi,
dan aku berjanji tak akan pernah memintanya kembali.
Biar,
biar dia nyaman bersama pilihannya.
Dia tahu apa yang menjadi keputusannya.

Pergilah sayang,
suatu saat hinggaplah lagi di bahuku,
sebagai sahabatku yang mengisi sepiku.
Terbanglah sayang,
susul para bidadari yang sudah mulai melayang..

Langit kelabu Desember,
masih bukan penggambaran yang pas untuk hatiku.
Hujan tak lagi turun.
Dan aku bersedia melepas semua monumen untuknya.

Kepak sayap kupu-kupuku memanggil.
Belum saatnya untukku sayang,
biar aku di sini dulu,
menata semuanya sebelum ber-reinkarnasi menjadi indah,
sepertimu.

(Tulisan terakhir menutup 2 tahun 10 bulan bersamanya)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar