Wanna kill him!
Kill HIM!!
KILL HIM!!!!
Sedih..
aku nggak tau gimana mengungkapkannya dengan benar :(
kali ini aku nggak mau ambil resiko kayak dulu2 lagi,
aku nggak mau aku atau dia sakit terlalu parah.
Parno banget ya aku?
Rasanya tuh kayak terhimpit sesuatu yang menyesakkan,
dan aku nggak kuat mengangkatnya sendirian,
di lain pihak aku harus menemukan cara untuk mengangkatnya dgn benar
tanpa menghancurkan lenganku..
WANNA KILL HIM!!
aku bukan orang yang gampang pura2,
aku, entah kenapa, selalu tidak bisa bohong dgn baik,
walau kadang kebohongannku masuk akal.
WANNA KILL HIM!
Dia sudah membuatku menderita, ya,
menderita karena aku harus berbohong mati2an menyangkal semua yg aku rasa
menderita karena aku harus mati2an menahan marah, kesal, sedih, kecewa
menderita karena AKU SUDAH TERLANJUR BERJANJI NGGAK AKAN NANGIS DI DEPANNYA,
DAN SEKARANG AKU INGIN!!
WANNA KILL HIM!!
Dia yang membuatku pusing memikirkan bagaimana menjaga semuanya dengan rapih,
padahal aku sudah teramat rapuh, nggak kuat lagi jaga semuanya sendiri.
Dia nggak pernah tahu..
Dia nggak mau tahu..
Aku sakit..
WANNA KILL HIM!!
Dia yang sudah nggak bisa lagi mendengarku.
DIA SUDAH TULI!!
Dia yang sudah tidak bisa lagi menatapku,
DIA BUTA!!
Dan Dia yang nggak bisa lagi merasakan kehadiranku,
DIA SUDAH MATI!!!!
WANNA KILL HIM!!
Dia orang yang (terlihat) pintar yg aku kenal,
sekaligus orang yang BODOH yang pernah aku tahu.
Dia orang yang memberi bahagia,
sekaligus SIKSAAN yang aku rasakan.
Dia orang yang aku sayangi,
sekaligus aku BENCI setiap detiknya.
Dia orang yang handal mengobati,
tapi tak kalah mengerikan dalam MENYAKITI
Dia orang paling tulus yang aku tahu,
tapi aku juga tahu dia MUNAFIK
Dia orang yang tegas, tapi juga LEMBEK dalam perkataan dan janjinya
JAHAT! GELAP! MATI!
MAKAN TUH MAWAR!!
TELAN TUH JANJI!!
APA TU CINTA?! BULLSHIT!!
DIA JAHAAAAAAAATTTT!!!!
bagaimana aku harus meneriakkan kata itu di depannya
tanpa harus aku menyakitinya?
Bagaimana aku harus bicara padanya,
sementara kata2ku hanya menjadi racun untuknya?
Bagaimana membuatnya merasa apa yg aku rasa,
kalau aku tidak akan pernah mengijinkannya tersakiti oleh apapun.
Bagaimana aku harus membagi beban ini dengannya,
sementara aku takkan pernah membuatnya terpuruk dalam bingung
Bagaimana aku bercerita tentang kesedihan,
sementara aku nggak mengijinkan dia merasakan kesedihan itu.
HOW??!!
Aku lelah..
Aku ingin menyerah..
Aku ingin mengalah..
Tolong aku..
Mengertilah barang sedikit..
aku tidak akan meminta banyak, karena aku tidak memberi banyak.
Cukup dengan selalu bahagia,
apapun yang terjadi, ada atau tanpa aku..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar