Minggu, 20 Desember 2015

Senja #Part 6

Satu tahun Senja, kita membangun jarak, susah payah menambal compang camping di hati kita masing-masing, mencoba menutupi apa yang tak perlu ditutupi.
Jingga seperti enggan menyapa senja.
Dan senja begitu kehilangan warna.

Tapi di bawah pohon Bodhi ini toh akhirnya sekarang aku berdiri.
Bersorak sorai, bergemuruh untukmu yang berlari lincah menggocek bola.
Sedetik, yang kembali aku memohon bisa membekukan waktu, kutemukan matamu, kamu temukan mataku, dan senyum kanak-kanakmu.
Matahari menggelincir dengan sempurna ke pelukan malam.
Senja kembali genap dengan semburat Jingga.
****
Yogya, 30 November 2015

Untuk Senja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar