Satu tahun Senja, kita membangun
jarak, susah payah menambal compang camping di hati kita masing-masing, mencoba
menutupi apa yang tak perlu ditutupi.
Jingga seperti enggan menyapa
senja.
Dan senja begitu kehilangan
warna.
Tapi di bawah pohon Bodhi ini toh
akhirnya sekarang aku berdiri.
Bersorak sorai, bergemuruh
untukmu yang berlari lincah menggocek bola.
Sedetik, yang kembali aku memohon
bisa membekukan waktu, kutemukan matamu, kamu temukan mataku, dan senyum
kanak-kanakmu.
Matahari menggelincir dengan
sempurna ke pelukan malam.
Senja kembali genap dengan
semburat Jingga.
****
Yogya, 30 November 2015
Untuk Senja

Tidak ada komentar:
Posting Komentar