"Kamu pacaran sama mahasiswa nggak jelas itu?"
"Hah? Mahasiswa nggak jelas siapa?" tanyaku kaget.
Tanpa basa basi Nina memberondongku dengan pertanyaan mengejutkan itu.
"Itu yang gondrong. Ih ngaco kamu ya, anak magister kamu tolak, calon dokter kamu tolak, eh malah pacaran sama mahasiswa nggak jelas!"
Aku tertawa.
"Nggak jelas gimana maksudnya?"
"Iyalah nggak jelas. Jurusannya bikin bingung, prospek masa depannya belum jelas. Belum pergaulannya, pasti ngerokok kan dia? Gonta ganti pacar juga pasti, dia kan anak band. Ih kamu nih gimana sih, sayang banget tahu nggak kalau kamu pacaran sama orang kayak gitu. Aku nggak merestui titik." cerocos Nina.
Aku melongo dan tertawa.
Bagaimana bisa Nina yang hanya pernah bertemu Yos sekejap saja, tidak pernah ngobrol panjang lebar, tidak pernah mengikuti keseharian Yos, bisa selancar itu menyatakan prasangkanya.
"Kamu itu ngomong apa haha. Don't judge a book by its cover, okay?" tukasku.
"No, no. Aku tidak akan tertarik baca buku kalau covernya nggak meyakinkan," bantahnya. "Dan ini perkara hubungan Diandra, bukan sekadar pilih buku bacaan,"
Aku kembali tertawa.
"Okay, okay, coba aku kenalkan Yos padamu. Benar Yos mahasiswa Filsafat, tapi jangan dibilang nggak punya masa depan gitu dong, siapa yang bisa jamin coba? Yang kedua, Yos memang gondrong, tapi Yos rajin pergi ke salon untuk creambath, apalagi untuk sekadar cuci rambut pasti sering dia lakukan, nggak usah khawatir dia kutuan," aku tertawa.
"Benar Yos memang anak band, tapi Yos nggak merokok. Yos punya asma, kalau dia merokok sama saja bunuh diri. Tentang gonta ganti pacar, aku nggak tahu sih soal ini, nggak nanya.
Terakhir, kamu itu denger gosip dari mana sih? For your information, aku dan Yos tidak pacaran, kami hanya berteman dekat, itu saja. Jelas Karenina Sukoco?" jelasku.
"Ok ok baik, aku bersyukur kalau kamu nggak pacaran sama cowok nggak jelas itu. tapi Diandra, please, aku nggak bisa dibohongi. Ayo ngaku, kamu suka kan sama dia?"
Aku terdiam.
Menimbang perasaanku sendiri terhadap Yos.
Selama ini kami cukup dekat, sering menghabiskan waktu berdua, membicarakan banyak hal.
Yos sangat baik padaku, sangat perhatian.
Ia tidak pernah tidak ada saat aku membutuhkan bantuannya. Sampai-sampai ia pernah menjemputku tengah malam setelah aku selesai mengerjakan tugas di rumah teman.
Tentu saja banyak orang yang mengira kami memiliki hubungan khusus.
Tapi kurasa tidak, Yos baik dan ramah kepada semua orang.
Rasa-rasanya aku tidak boleh ke-geer-an menganggap memiliki hubungan istimewa dengan Yos.
"Sudah kubilang kami hanya berteman Nina," jawabku.
"Dengar Diandra, mungkin kamu belum mau mengakuinya sekarang, tapi kuperingatkan padamu, jatuh cinta tidak melulu indah. Kamu juga harus siap menerima kepahitan apabila perasaanmu tidak berbalas. Jangan jatuh cinta dengan cengeng. Tinggalkan ketika memang dia tidak baik untukmu. Kamu tahu aku menyayangimu, kamu terlalu berharga untuk disia-siakan," ujar Nina.
Aku tersenyum, terharu memiliki sahabat yang sangat peduli seperti Nina.
"Terima kasih Nin," hanya itu yang mampu kuucapkan sambil memeluknya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar