Dua orang berpose berlatarkan senja di bibir samudra.
Laki-laki dan perempuan.
Gemilang, dan Gemintang.
Itu foto yang kami ambil saat study tour beberapa tahun yang lalu.
Pelan-pelan aku mencerna kata-kata Gemilang.
Mengingat-ingat lagi polah tingkahnya, yang mungkin mengandung petunjuk di mana dia berada sekarang.
Rasanya seperti ada sesuatu yang bersinar di dalam kepalaku begitu aku menyadari sesuatu.
Aku tahu.
Bahkan sudah sejak lama aku tahu di mana Gemilang berada sekarang.
Aku sangat yakin tentang ini.
Bagaimana tidak, aku mengenal sudah sejak lama, menghabiskan begitu banyak waktu bersamanya.
Mana mungkin saudara tidak akan mengenali saudaranya?
Gemilang tidak pernah berbohong kepadaku, pun tentang yang satu ini.
Aku juga tahu ada alasan di balik sikapnya menyembunyikan semua ini.
Lebih dari itu, aku paham.
Makanya aku tidak akan pernah menggugatnya.
Terharu dia masih ingat padaku, masih membaginya denganku.
Gemilang akan terus gemilang.
Bersinar jauh lebih terang daripada Gemintang.
Sungguh aku tidak minta yang aneh-aneh, cukuplah aku tahu dia ada.
Silakan hilang dari dunia, tapi jangan pernah hilang dariku.
Teruslah jadi Gemilang yang kukenal.
Aku harap suatu hari nanti dia akan pulang, mengetuk pintu rumahku, kembali makan bersama keluargaku.
Aku harap suatu saat aku akan menemukan sepasang mata yang teduh dan bersinar lagi.
Mendapati bahunya. Senyumnya.
Bahkan sekarang saat menuliskan ini semua suara tawanya terngiang-ngiang jelas.
Sudah bertahun-tahun, tapi kurasa sampai kapan pun aku tidak bisa menghilangkan sayangku untuk Gemilang.
Menguranginya pun tidak.
Hidup memang bergerak, banyak hal terjadi dan berubah.
Aku tidak tahu bagaimana dengan Gemilang, yang jelas selalu ada ruang untuknya pulang.
Yogya, 2014.
Untuk Gemilang yang Gemintang sayang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar