Minggu, 21 Oktober 2012

Unbelievable

09:16 07.10.12
Argo Sindoro, Semarang Tawang-Jakarta Gambir

Tahukah anda berapa lama saya menunggu momen itu?
Mengertikah anda bagaimana perasaan saya selama itu?
Pahamkah anda apa arti penting dari hal sesederhana itu bagi saya?
Tidak tahu?
Tidak mengerti?
Tidak paham?

Baiklah, akan saya jelaskan.

09:16 07.10.12
Argo Sindoro, Semarang Tawang-Jakarta Gambir

Lebih dari setahun sejak titik nol.
Beku.
Persetan dengan anda, kenal juga kebetulan.
Takdir.
Kapan saya mulai menatap anda?
Tidak tahu.
Yang saya ingat hanya andalah anak laki-laki pertama yang saya ajak bicara di sana.
Tidak seperti biasa.
Entah mengapa saya berubah menjadi kaku, diam, dan pemalu.
Anda lah pemecahnya.
Anda hebat.

Takdir.
Lucu ya?
Saya dan anda dipertemukan dalam momen-momen aneh,
di waktu-waktu yang ajaib,
di saat alam memberi berbagai pertanda yang sungguh mudah diingat.

Aneh ya?
Kita pun dipisahkan oleh momen awal pertemuan kita.
Sendu.
Pilu.

Kejam ya?
Teganya takdir menyayat hati saya sebegitu dalamnya.
Teganya takdir menjauhkan saya dari anda ketika saya optimis saya bisa begitu dekat dengan anda.
Teganya takdir menutup mata saya, menuntun saya ke suatu jalan tanpa saya tahu ke mana.
Yang jelas bukan ke jalan yang sama dengan anda.
Tapi takdir tetap mengijinkan saya mengenggam kenangan saya tentang anda
dan titik nol kita.
Dan justru itu lah yang menyakitkan.

Dan sebungkus cokelat pun datang pada saya.
Lengkap dengan surat dari anda.
Seharusnya saya senang.
Tapi intuisi saya berkata justru saya kembali kehilangan harapan.
Anda tidak bisa.
Saya pun tak memaksa.
Anda kembali memaksa saya kembali berkaca.
Memangnya siapa saya dibandingkan anda?


Kemudian saya tahu anda sudah berada di puncak jalan anda.
Sementara saya limbung, jatuh, terperosok dalam keheningan.
Meraba keberadaan anda.
Mencari keseimbangan yang bisa membenarkan perasaan saya pada anda.
Dan saya semakin jauh terjerembab.
Menyakitkan melihat anda menggenggam kemenangan.
Sementara saya berada dalam pelukan kekalahan yang luar biasa menyakitkan.
Tapi saya juga bangga luar biasa pada anda.
Anda memang bukan orang biasa.

Tak selamanya kisah ini kelam.
Ada kalanya saya anda buat bahagia.
Sederhana.
Tapi sudah lebih dari cukup.

Anda tidak melupakan kawan anda yang hancur ini.
Anda justru ada di saat terlemah saya.
Anda yang justru menyatukan kembali harapan saya
ketika saya berpatah harapan tentang anda, cita-cita, dan masa depan saya.
Anda memang sangat bijaksana.

09:16 07.10.12
Argo Sindoro, Semarang Tawang-Jakarta Gambir

Dan hari itu akhirnya datang.
Dorongan dari mana yang membuat saya pindah haluan.
Ada sesuatu yang membuat saya mendobrak pertahanan saya untuk bungkam.
Saya telah lama menyayangi anda.

Saya tidak ingin anda tahu sebelumnya.
Saya ingin anda merasakan.
Tapi anda bukan perasa yang baik kalau saya boleh jujur katakan.

Saya kadang bingung dengan perasaan anda.
Suatu ketika anda bisa begitu baik, mengerti, seolah memahami dan tahu segala tentang saya.
Tapi kadang, anda begitu antipati, membuat saya cemburu setengah mati
membuat saya merasa kehilangan hati.
Menyebut nama saya pun tak pernah benar.
Tapi saya menyayangi anda.

Dan akhirnya saat itu tiba.
Meski saya menyalahi perjanjian saya dengan diri saya.
Tapi hati saya membenarkan tindakan saya.

Dan pukul 09:16 pagi, di dalam gerbong 3 Argo Sindoro dalam perjalanan dari Semarang menuju Jakarta,
untuk pertama kalinya anda menyebut nama saya dengan benar.
Dan untuk itu saja saya bisa tertawa tiada jeda.
Saya memang menyayangi anda.
Tapi anda juga membuat saya kembali menangis.
Entah setan apa yang sedang bersemayam di diri anda.
Saya pun tak peduli jika ternyata bukan anda yang mengetik kata-kata paling indah itu.
Yang saya tahu, nama kontak anda yang terpampang di inbox saya saat itu.
Nama kontak anda lah yang tertera sebagai pengirim kata-kata ajaib itu.
Dan saya sungguh menangis.
Saya sungguh menyayangimu.
Sepenuhnya sejak saat itu.

Saya mengerti.
Saya mencoba mengimbangi.
Saya tidak ingin mengecewakan anda di kemudian hari.
Saya tahu saya punya tanggungjawab menjaga anda tetap berada di puncak.
Selalu menggenggam apa yang anda inginkan.
Semoga Tuhan selalu menjaga anda,
bermurah hati pada anda, mengabulkan segala pinta anda.

Karena saya memang sungguh menyayangi anda..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar