Jumat, 31 Agustus 2012
Rasanya memang hari yang sangat sulit dilupakan.
Hari dimana aku dibuat seneng, pusing, sedih, marah, jengkel, kecewa, galau setengah mati.
Tentang sepotong cokelat.
Unyu kan ya?
Cewek mana sih yang nggak meleleh dapet kiriman cokelat dari cowok yang dia suka?
Cewek mana sih yang nggak berbunga-bunga dapet kiriman cokelat dari orang yang dia puja?
Seneng. Pasti.
Tapi tunggu dulu.
Sepotong cokelat dan selembar surat.
Cewek mana sih yang nggak deg-degan setengah mati dapet kiriman kayak gitu dari cowok yang dia suka?
Cewek mana sih yang nggak pucat pasi menebak-nebak isi surat itu?
Deg-degan. Pasti.
Aku sampai bisa lari lompat tangga dua-dua ke kelas.
Aku jadi membayangkan kamu yang lagi beli cokelat dan nulis surat.
Apalagi kamu yang nyisipin surat ke cokelat dan nitipin ke adekku.
Hahaha, terima kasih atas kerelaan dan apa yang anda lakukan.
Anda memang LUAR BIASA!
Bisa-bisanya anda memberi harapan sekaligus mematahkannya sekali waktu.
Keren kan?
Jarang-jarang ada orang kayak gini lho!
Oke deh ya, aku emang nggak mengharapkan apa-apa dari kamu.
Kenapa?
Karena aku merasa cukup tahu diri.
Emangnya siapa aku? Siapa kamu?
Karena aku cukup tahu tujuan hidupmu, prinsipmu, cita-citamu, targetmu, kedudukanmu, institusimu, tanggungjawabmu.
Aku tetap bukan apa-apa dibanding kamu. Yakin.
Aku bingung sama kamu, aku nggak tahu cara ngadepin kamu, baca pikiranmu, maksudmu, bedain mana yang serius, bercanda, bohong.
Karena, tahukah kamu, aku selalu menganggap nggak ada segalanya yang terasa menyenangkan dari kamu.
Sejujurnya aku ingin tahu yang sebenarnya.
Tapi aku nggak pernah siap denger jawaban iya atau enggak dari
kamu.
Aku menyayangimu.
Makanya aku cukup tahu buat nggak maksain keberuntunganku
membuat kamu menoleh sejenak ke aku, memikirkan dan mencoba tahu beberapa
detail hidupku. Itu nggak kurang kok.
Makanya aku berusaha buat nggak merenggut cita-citamu,
ambisimu, hidupmu, masa depanmu hanya gara-gara perasaan nggak penting macam
ini. Apalagi menghancurkan karier dan nama baik yang kamu rintis.
Kamu minta aku fokus dan manfaatin waktu sebaik mungkin?
Oke, siap. Karena aku juga punya prioritas.
Aku juga punya tujuan hidup, cita-cita, masa depan
Atau itu cuma bahasa halus dari “ayolah, berhenti naksir aku,
karena aku nggak naksir kamu dan kamu gangguin hidupku. Alihin aja pikiranmu
dari hal sia-sia ini ke hal-hal yang lebih berguna,” ?
Hm?
Kalau emang itu maksudmu, TERIMA KASIH KAMU SUDAH MENYAMPAIKAN
DENGAN CARA YANG BAIK SEKALI TANPA SEDIKITPUN MELUKAI HATI, MALAH REPOT-REPOT
NGASIH PENAWAR SAKITNYA SEKALIAN.
*sesenggukan waktu baca dan nge-post tulisan yang lama mengendap di pc ini*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar