Bulan berdarah,
malam meruam merah.
Ah, bukankah kita harus
terus berlari, Puan?
Sirine patroli pecah
menggerus hening pekat malam
Bulan berdarah,
malam meruam merah
Ah, malaikat maut malih rupa, Puan
Bersorban, berjubah, berkalang asma Tuhan
Sebegitu mudah, Puan,
menghunus belati, pentungan, bebatuan
kepada kita yang katanya sesama manusia
Bulan berdarah,
malam meruam merah
Ayo terus berlari Puan!
Menerjang pelor yang berguguran.
Mereka takkan peduli kita teriakkan Tuhan, Puan
yang mereka peduli kita lah sasaran
Kiranya kita mati dalam kebutaan, Puan
Ah, diimpit maut pun aku masih bertanya,
siapa kiranya yang pantas disebut manusia?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar