Sabtu, 10 Agustus 2013

Pelarian

Bulan berdarah,
malam meruam merah.
Ah, bukankah kita harus
terus berlari, Puan?
Sirine patroli pecah
menggerus hening pekat malam

Bulan berdarah,
malam meruam merah
Ah, malaikat maut malih rupa, Puan
Bersorban, berjubah, berkalang asma Tuhan
Sebegitu mudah, Puan,
menghunus belati, pentungan, bebatuan
kepada kita yang katanya sesama manusia

Bulan berdarah,
malam meruam merah
Ayo terus berlari Puan!
Menerjang pelor yang berguguran.
Mereka takkan peduli kita teriakkan Tuhan, Puan
yang mereka peduli kita lah sasaran

Kiranya kita mati dalam kebutaan, Puan
Ah, diimpit maut pun aku masih bertanya,
siapa kiranya yang pantas disebut manusia?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar