Semarang-Kendal via Boja
Menyenangkan.
Disiram hangat matahari senja
Dibuai angin gunung yang lembut
Diiringi rinai hujan gerimis yang damai
Sekaligus mendebarkan.
Bukan hanya karena tikungan tajam yang terlewat
Jurang yang menganga di kanan kiri jalan
Atau kehadiran sosok-sosok yang tak kasat mata
dari dalam rimba
Tapi juga karena hadirnya lagi utas-utas memori
Mendesak keluar dari kotak Pandora-nya
Menghentak ingin melaju bersama deru angin
Menggedor ingin bergabung bersama aroma mawar hutan
yang menguar
Tiap jalan yang aku susuri
membawaku kembali pada ingatan berbulan,
bahkan bertahun yang lalu
Dan memang kenyataannya,
jalan yang aku susuri memang menjadi awalan,
perjalanan, bahkan akhir ceritaku bersama malaikatku
Semerbak aroma tanah yang lekas kering setelah terguyur hujan
Mengingatkan kembali rona hangat wajahnya
Senyum malaikatnya
Kerlingan matanya
Bahkan aku bisa kembali mencumbu aroma tubuhnya
Helaian daun yang gugur terbawa angin
Menyentakkanku pada kenangan akan sentuhan yang kembali teraba
Binar sendu mata indahnya
Kecupan-kecupan ringan yang pernah kami bagi
Sepanjang kelokan jalan yang aku susuri
Membuatku terngiang lagi tawanya
Celoteh riangnya
Kisah dongeng dan legenda yang dikisahkannya
Kidung kuno yang dinyanyikannya
Kritiknya
Pujiannya
Melihat deret pohon karet yang tertata rapi
Membuatku mengingat kembali janji yang pernah terucap saat melewatinya
Ada yang sudah terpenuhi
Ada pula yang masih menunggu untuk dipenuhi
Jalinan atap dedaunan yang menggantung di langit-langit hutan
Membubungkan beribu tanya mengenainya
Membubungkan dengung pusaran kenangan yang tak terhentikan
Marah
Sedih
Kecewa
Bahagia
Pohon-pohon yang tegak berdiri termakan usia
Setia menantikan momen apa yang akan terjadi di seputarnya
Tentang kami para manusia
Tentang kehidupan yang terbentang di sisi rimba
Tentang asa dan perjuangan rekan-rekannya mencari celah untuk bernafas
Matahari terbenam di ufuk barat bukit
Menyisakan tanya yang belum terjawab
Adakah momen penuh kenangan seperti dulu lagi?
Kapan?
Bagaimana?
Dengan siapa aku akan melewati momen itu lagi?
Dengan dia yang kembali?
Dengan penggantinya?
Dengan teman-temanku?
Atau hanya aku bersama kotak Pandora-ku?
Wallahu alam bissawab
(Boja, 22 Juni 2012)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar