Mau cerita.
Walaupun nggak mood sih,
tapi mumpung ada koneksi juga.
Ini tentang Lomba Tiga-Huruf.
Udah lama banget sebenarnya,
cuma ya itu, belum sempet cerita gara-gara nggak ada koneksi.
Singkat aja ya?
Intinya, dari sekolah diutus 3 orang per mapel buat Lomba Tiga-Huruf ini
aku masuk dalam 3 orang yang beruntung.
Udah?
Terus lomba deh.
Rasanya sih aku bisa ngerjain, walaupun nggak sepenuhnya yakin.
Seenggaknya aku ngerjain tuntas.
Pengumuman.
Aku nggak lolos ke tahap selanjutnya.
Oh.
Oke.
Terus?
(intinya reaksiku biasa aja)
Temen-temenku pada nangis.
Aku nganga.
Apa-apaan nih?
Susah payah aku nggak nangis, kenapa mereka yang nangis?
Oke, gimanapun ada orang-orang yang perlu aku kabarin.
Ibuk-Bapak
"Ya nggak papa, namanya lomba ada kalah menangnya. gantian sama yang lain ya. kan kemarain kamu udah"
sip.
Aku amatsangat setuju.
Aku.
"D, maaf ya, janjimu harus ditunda. Aku nggak lolos"
D.
"Ha? yang bener dong. Kan km udah pernah Lomba Tiga-Huruf juga."
Aku.
"Iya, bener. Nggak papalah. Kamu lolos lho"
D.
"Yah, percuma lah. Nggak ada kamu. Nggak semangat"
Aku
"Apaan coba? Perlu aku ke sana terus support kamu gt?"
D.
diem
Aku
bahagia setengah mati. Berarti D maklum, dan D menganggap aku penting di lomba ini :-)
Kakak
"Ya udah dek, nggak papa. Nggak usah ditangisin"
Aku
"Hah? siapa juga yang nangisin? hidupku nggak berhenti di sini lah kak"
Kakak
"Haha, anak baik. Bersiaplah menyambut kehidupan penuh ujian di kelas 3"
Aku
"Plis -____-"
Udah.
Intinya sih aku seneng-seneng aja,
karena orang-orang yang jadi motivator terbesarku udah pada ikhlas.
Ya pernah lah suatu ketika aku misuh sama Tuhan.
Tapi aku nggak pernah lari dari Dia kok.
Makin percaya sama Tuhan malah.
Aku yakin Tuhan mendengar misuhku, kemudian terkekeh
tapi tetep menyimpan rahasia hidupku dari aku.
Over all, semuanya baik-baik aja.
Bapak-Ibuk masih sama bangganya kok sama aku.
Aku masih sayang D dan kakakku
Aku masih belajar buku pusaka itu
Aku masih menyimpan catatan penuh kenangan dan gairah itu
Bahkan aku masih senang sekali mendiskusikan hal-hal berbau itu dengan kakak dan D
Udah ya?
Ceritanya jadi nggak ada ruhnya gara-gara aku nggak mood cerita.
Mungkin besok-besok kalo aku inget gimana rasanya saat itu aku cerita lagi deh

Tidak ada komentar:
Posting Komentar