Pernah galau?
Nggak?
Wah.. bohong banget!
Aku lagi naksir orang.
Frontal banget ya? Muahaha..
Tapi bikin galau dalam mengambil setiap tindakan.
Kam***t!!
Orangnya imut, ahahaha..
Aku suka liat fotonya dari samping
Aku suka liat dia ketawa
tapi jangan bayangin imut-imutnya personel boyband.
kategori imutku sangat berbeda, hehehehe
Dia sangat hati-hati.
Dia cerdik dalam urusan taktik dan strategi.
Tapiii, dia bukan pelatih ato pemain bola profesional lho!
Nggak tau ding kalau ternyata beneran, hehehe..
Dia juga amatsangatsuperduper sibuuuuuuuuk sekali
Seminggu sekali pergi
Lomba inilah, seminar itulah, forum apa lah
Hati-hati.
Yups. Itu sering bikin galau.
Terlalu hati-hati membuat kesan PHP bukan?
Ditambah lagi pribadi yang dibalik kehati-hatiannya amat friendly.
Nah..
Tapi, kehati-hatian dan caranya berstrategi itu yang membuat dia menjadi dia yang sekarang.
Ngerti maksudku?
Nggak?
Baiklah, itu hanya karena kamu belum lama kenal dia.
Awalnya aku juga nggak paham.
Sampai suatu hari aku mengadukan sesuatu ke dia.
Dia marah.
Padahal sebelumnya biasa aja, malah terkesan hangat.
Caranya marah itu yang berbeda sampai menimbulkan kesan.
Timing-nya, cerdas!
Ada intro dulu, baru kemudian masuk ke refrain, lalu ditutup dengan indah.
Keren bukan?
Sejak itu aku percaya.
Bangga malah.
Aku senang kami yang begini ini.
Mau ngomong aja susah.
Pake seremonial lalalala dulu.
Ketemu?
Beuuuuuuhh, apalagi yang satu itu.
Urusan jarak nggak usah ditanya jauhnya
Nunggu liburan panjang pun belum pasti kesampaian.
Sekalinya ngobrol yang dibahas berkutat di pelajaran, logika, cita-cita
kadang saling nitip salam.
Udah. Cuma itu. Dan cuma kayak gitu.
Kenapa aku naksir?
Mana ku tahu!
Yang jelas,
justru karena itu kesempatan ngomong sama dia sangat berharga
sms-ku atau pesanku dibales, rasanya kayak aku yang paling beruntung sedunia
ketemu apalagi.
justru karena itu kami mau berusaha
sampai tiap event yang menyertakan almamaternya aku kepo-in
sampai-sampai semuanya ujung-ujungnya cuma doa "semoga dia ada di sini juga"
kalo ternyata nggak kesampaian?
aku pribadi sih nggak nyesel, hehe, karena dia bisa ada di mana saja
justru karena jarak dan dimensi yang berbeda,
libur adalah sesuatu yang ditunggu
bukan, bukan untuk hal-hal unyu dan aneh-aneh,
cuma untuk say "hai" sebentar saja
justru karena semua itu aku berani menyusun masa depan yang porak poranda
justru karena itu aku kembali punya "dia bisa, kenapa aku nggak? kami harus seimbang"
justru karena cuma itu dan cuma kayak gitu bikin aku bersyukur
seenggaknya aku suatu ketika bisa jadi orang dekatnya
seenggaknya aku pernah merasakan diajak ngobrol sama dia
seenggaknya aku pernah merasakan dimarahin dia
seenggaknya aku pernah merasakan kangen dan dikangenin dia
seenggaknya aku pernah dapet kiriman salam dari dia
seenggaknya aku merasakan indahnya ambisi, misi, dan akhirnya penerimaan
Indah kan?
Di mana aku bisa bertentangan tanpa kondisi yang mencekam
tanpa ketakutan yang mencengkeram
tanpa paranoi yang menenggelamkan.
Begini aja terus.
Nggak usah jadi apa-apa
Nggak usah jadi siapa-siapa
Nggak usah ada tendensi apa-apa
Nggak usah ada embel-embel apa-apa
Tetep aja kayak gini
Tetep jauh
Tetep sulit terhubung
Tetep sulit ketemu
Tetep berjarak
Tetep apa adanya

Tidak ada komentar:
Posting Komentar