Pagi ini, 10 November 2015, kena tamparan luar biasa kerasnya.
"Kami sudah pernah menjadi kalian, tapi kalian belum pernah menjadi kami"
Kalimat bijaksana seorang senior mencuat kembali.
Mahasiswa.
Siapa sih mahasiswa yang nggak ngedumel, udah dibela-belain bangun pagi, dandan rapi, eh sampai kelas ternyata kosong karena dosennya nggak bisa ngisi?
Siapa sih mahasiswa yang nggak dongkol,
pagi-pagi ban motor kempes, harus dorong sampai bengkel terdekat, eh sampai kampus diusir dari kelas karena telat.
Siapa sih mahasiswa yang nggak sebel,
tugas seabrek, laporan praktikum bertumpuk-tumpuk, eh begitu minta acc malah dimarahin karena nggak bisa jawab pertanyaan dosen.
Terus apa yang dilakukan?
Ngedumel di belakang dosen, ngomongin yang jelek-jelek,
tapi kalau ketemu beliaunya sok-sokan senyum, manggut-manggut.
Hahaha.
Pagi ini, seorang dosen senior masuk ke kelas dan sukses menampar mahasiswanya.
Bukan dengan marah atau hukuman, tapi dengan kisah dan bukti nyata.
Tentang penelitian yang beliau lakukan.
Tentang paten yang beliau hasilkan.
Tentang proyek nasional yang sedang beliau kerjakan.
Alat implan jantung produksi Indonesia.
Pertama kalinya, dan baru satu-satunya.
Dalam kurun waktu 3 tahun penelitian.
Bayangkan.
Penelitian, terutama kesehatan harus melalui proses panjang, dari in vitro, in vivo, hingga clinical trial
Karena aku juga pernah melakukan penelitian kecil-kecilan, aku tahu waktu tiga tahun terlalu singkat untuk bisa sampai ke sebuah produk yang siap digunakan.
Bayangkan,
selama ini alat-alat kesehatan yang digunakan di Indonesia semuanya barang impor
Itulah kenapa biaya perawatan kesehatan di Indonesia sangat tinggi.
Bayangkan,
bila alat-alat itu mampu diproduksi sendiri oleh anak bangsa,
nyawa yang terselamatkan akan lebih banyak, biaya yang harus dikeluarkan lebih sedikit.
Terima kasih Prof.
Berkat tamparan anda, kami bisa bangun.
Ada sudut pandang lain yang kami abaikan saat kami menilai anda.
Terima kasih Prof,
sudah bersedia meluangkan 1 atau 2 jam anda yang sangat berarti untuk bertemu dan berbagi ilmu dengan kami.
Walaupun kami tidur,
walaupun kami makan di kelas,
walaupun kami asyik berbicara sendiri,
walaupun kami sibuk dengan gadget kami sendiri,
tapi anda tetap ikhlas menjalankan kewajiban anda.
Maaf kami lupa, kami alpa,
bahwa kamilah yang butuh berguru pada anda semua.
Dibalik kesuksesan seseorang pastilah ada pahlawan yang mendukungnya.
Orangtua kami, guru-guru kami, keluarga kami.
Selamat hari Pahlawan :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar