Selamat sore!
Hari ini, akan saya kenalkan kalian dengan salah satu orang yang insyaallah akan selalu saya cintai dan hormati selama eksistensi saya.
Laki-laki zenit dan nadir.
Hm, seorang laki-laki yang bisa dibilang mungil.
Tingginya hanya sama seperti saya.
Berat badannya bahkan kurang dari saya.
Tapi yang saya tahu, hatinya lebih luas daripada lapangan bola.
Tapi yang saya tahu, pikirannya lebih jauh daripada jarak bumi ke planet Mars.
Hanya sesosok pribadi yang sederhana.
Pendiam.
Nggak juga ding, dia bisa juga ceriwis.
Tapi di tempat, saat, dan orang yang tepat.
Serius.
Tapi nggak juga ding, dia bisa jadi sosok yang humoris.
Tapi tidak banyak yang tahu sisi humorisnya ini.
Kecil-kecil begitu entah kenapa dia bisa sangat disegani.
Hampir semua orang, bahkan yang lebih tua menaruh hormat padanya.
Tapi dia bisa bergaul dengan siapa saja.
Golongan elit pejabat, tukang becak, pegawai, dan lain-lain.
Dia diam,
tapi ramah dengan semua orang.
Dia irit senyum,
tapi selalu senyum buat orang-orang di sekitarnya.
Dia diam.
Tapi ketika bicara semua orang mendengarkan dan memperhatikan.
Dia tidak pernah blak-blakan.
Tutur katanya lembut, halus, bahkan ketika sedang marah.
Eh, dia bahkan tidak pernah terlihat benar-benar marah.
Kalau dia tidak suka, dia tidak mengatakannya langsung,
Hanya satire.
Tapi cukup mengena dan membuat orang menyadari kesalahannya.
Dia tipe anak yang sangat patuh terhadap orangtua dan kakak-kakaknya.
Dia tipe kakak yang sangat sayang terhadap adik-adiknya.
Dia tipe laki-laki yang bisa diandalkan.
Dia bukan tipe laki-laki yang mendewakan gengsi di atas segalanya.
Dia tipe laki-laki yang sangat menghormati perempuan.
Lucu.
Malu-malu, bahkan dia mengaku minder berhadapan dengan perempuan.
Tanyakan perkara loyalitas.
Bagi saya, dialah contoh nyatanya.
Dia mencintai apa yang dilakukannya.
Dia mencintai pemberi rezekinya,
meski pernah dia ditawarkan lebih tinggi dari yang dia punya.
Dia tidak pernah menuntut.
Dia hanya menyuarakan saran,keinginan.
Tapi dia tidak pernah meminta.
Dia membebaskan setiap orang memilih jalannya, menyatakan pendapatnya,
tetapi akan mengingatkan ketika menurutnya melenceng.
Dia bisa saya bilang tahu banyak tentang dunia.
Dia tidak membatasi pikirannya, tidak membatasi pengetahuannya
Dia orang yang kuat sekali prinsipnya.
Tanya tentang tanggungjawab,
dia bahkan tidak pernah mau meninggalkan tugasnya
kecuali untuk hal-hal yang benar-benar mendesak dan membutuhkan kehadirannya.
Dia tidak pernah setengah-setengah melakukan sesuatu.
Hidupnya sederhana.
Tidak pernah silau dengan apa yang dia punya,
apalagi mendongak iri dengan apa yang orang lain punya.
Tidak pernah mengeluh dengan apa yang dia punya,
apalagi meratapi apa yang dia tak punya.
Selalu mencari jalan terbaik untuk banyak hal.
Saya mengaguminya sepanjang eksistensi saya.
Laki-laki cemara.
Yang tegak prinsip hidupnya.
Yang lembut perangainya.
Yang tidak pernah bisa marah apalagi menyalahkan.
Yang berwibawa dalam badan kecilnya.
Yang banyak melihat, mendengar, sedikit bicara
Yang mengajarkan banyak sekali hal kepada saya.
Tanyakan siapa dia.
Dengan takzim saya akan menjawab, "Dia Bapak saya,"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar