Senin, 28 Januari 2013

Pearl Harbor

Sudah pernahkah aku cerita kalo aku cintaaaaaa banget sama film yang judulnya "Pearl Harbor"?
Kayaknya belum sih,
yaudah sini aku ceritain! :))

Jadi, suatu ketika aku kelas 5 SD kalo nggak salah, aku dapet materi tentang PD II.
Nah, suatu hari di tahun yang sama, ada iklan film yang sinopsisnya nyangkut-nyangkut ke urusan PD II.
Berhubung aku suka sama materi itu, dan yang namanya baru dapet ilmu baru, aku penasaran lah, jelas.
Aku berjanji bakalan nonton tuh film.

Hari pemutaran film itu di TV akhirnya dateng juga.
Judulnya Pearl Harbor ternyata.
Yaudah, aku pantengin.
Wiiiihhh, jatuh hati bangetngetngetnget sama tuh film.

Cerita filmnya berkisah tentang seorang perawat cantik dan baik dan dua pilot terbaik Amerika dengan setting tahun 1941 di Pearl Harbor, Hawaii.
Dua orang pilot ini emang udah sobatan sejak kecil, sampe udah kayak sodara sendiri.
Mereka berdua daftar jadi pilot Angkatan Darat AS.
Pilot 1, Danny, lolos.
Pilot 2, Rafe, terkendala buta aksara.
Nah, dari sinilah kisah unyu dimulai.

Evelyn, perawat penjaga pos tes kesehatan mata (membaca) awalnya nggak mau nge-lolosin Rafe.
Tapi Rafe ngemis-ngemis sama Evelyn dan bilang "Yang dibutuhin seorang pilot bukan cuma kemampuan baca, plis lolosin aku, aku pilot terbaik di Amerika,"
Singkat cerita, Rafe lolos.
Evelyn-Rafe saling jatuh cinta

Di Eropa, suasana perang lebih kentara, terutama antara Nazi-Inggris.
Oleh karena itu, Inggris minta bantuan Amerika buat ngirim prajurit-prajurit terbaiknya.
Rafe termasuk salah satunya.
Evelyn sedih, jelas. Tapi dia juga bagian militer yang ngerti apa maknanya tugas, perintah.
Berat hati mereka berdua berpisah.
Rafe nitipin Evelyn ke Danny karena udah saling percaya.

Hari-hari saat Rafe pergi, dia dan Evelyn selalu bertukar kabar.
Sampai suatu ketika pesawat Rafe tertembak musuh.
Rafe dikabarkan meninggal.

Evelyn-Danny sama-sama hancur, kehilangan Rafe.
Tapi justru dari situ mereka mulai deket.
Singkatnya, mereka menjalin hubungan.

Di sisi lain, Amerika secara sepihak menghentikan ekspor BBM ke Jepang.
Kontan hal ini menimbulkan kemarahan Jepang.
Mereka mulai menyusun rencana untuk menyerang Pusat Latihan Militer AS di Pearl Harbor secara diam-diam ketika dua negara masih berunding.

Di saat genting begitu, Rafe tiba-tiba nongol di depan asrama perawat.
Evelyn nyaris mati berdiri.
Bukannya seneng Rafe kembali, Evelyn justru merasa bersalah setengah mati.
Pasalnya, dia sedang mengandung anak Danny, dan tidak diketahui Danny.
Jelas, Rafe benci Danny, Danny merasa berdosa sama Rafe.
Sobatan mereka hancur.

Desember 1941
Tanpa babibu Jepang menyerang Pearl Harbor pagi-pagi buta.
Kekalahan di pihak Amerika.
Yang paling tragis adalah tenggelamnya Kapal Arizona, kebanggaan AS.

Amerika segera menyusun serangan balasan.
Prajurit-prajurit terbaik dilatih untuk misi balas dendam.
Rafe dan Danny termasuk di dalamnya.

April 1942
Amerika menyerang Tokyo tanpa perbekalan yang memadai karena adanya serangan mendadak di pangkalan laut AS.
Serangan ini cukup mengejutkan Jepang.
Tapi, akibat kehabisan bahan bakar, prajurit AS tidak bisa kembali.
Mereka akhirnya berhadapan langsung dengan tentara Jepang.

Dalam kondisi payah, Rafe dan Danny juga berjuang.
Mereka kembali saling melindungi.
Naas, Danny tertembak ketika berusaha melindungi Rafe.
R : "Danny, ayo bertahan, kamu pasti kuat"
D : "Aku kedinginan Rafe,"
R : "Jangan.. Ayo bertahan, kamu bakal jadi seorang ayah Danny,"
D : "Bukan aku.. kamu.."
Danny menghembuskan nafas terakhir di pelukan Rafe.

Rafe pulang dengan membawa peti mati Danny.
Evelyn kontan histeris. Dia sudah menguatkan hati untuk memilih Danny, sekarang dia kembali kehilangan orang yang dia cintai.

Akhir cerita ditutup dengan Evelyn dan Rafe yang hidup bahagia dengan Danny Jr yang sudah mereka anggap sebagai anak sendiri.

P.S : Sejak saat itu, aku meneguhkan hati jadi tim medis tentara kayak Evelyn :)

1 komentar:

  1. nice article, lagi belajar nulis juga semoga bisa jadi seperti sampean hehe http://leonardfresly.blogspot.com/

    BalasHapus