Maaf tidak sopan saya mengetuk pintuMu malam-malam.
Tapi bukankah Engkau tak pernah tidur, Tuhan?
Tapi bukankah Engkau selalu terjaga, tahu, dan mendengar Tuhan?
Sekali ini, mohon dengarkan saya..
Terima kasih, untuk segala kebaikan yang sudah Engkau limpahkan selama 17 tahun hidup saya.
Terima kasih, untuk segala kesusahan yang sudah Engkau susun untuk saya.
Terima kasih, untuk segala rintangan, uji, dan coba yang sudah Engkau anyam untuk saya.
Terima kasih, untuk segala bantuan, kemudahan, kelancaran yang kadang tak terduga.
Terima kasih, untuk segala doa dan pinta yang Engkau dengar dan terima.
Sekali ini, mohon dengarkan saya..
Sekali ini saya minta,
Selalu tundukkan kepala saya, hati saya, nurani saya, pikiran saya.
Selalu rapatkan mulut saya, pikiran saya, hati saya untuk keburukan.
Selalu katupkan tangan saya, kaki saya untuk ketidakbaikan.
Sekali ini saya minta,
Selalu ingatkan saya, tegur saya, nasihati saya ketika saya salah arah.
Selalu beri saya, pikiran saya, nurani saya lentera untuk melangkah mendekati kebaikan.
Selalu gandeng tangan saya, tuntun saya, tunjukkan saya ketika saya buta dan dibutakan.
Sekali ini saya minta,
Jangan siapkan saya hanya untuk selalu berbahagia
Jangan siapkan saya hanya untuk selalu meminta
Jangan siapkan saya hanya untuk selalu dimanja
Sekali ini saya minta,
Jangan jadikan saya lupa asal usul saya apapun yang terjadi
Jangan jadikan saya lupa siapa yang Engkau beri amanah membesarkan saya
Jangan jadikan saya lupa siapa yang menuntun saya hingga sejauh ini
Jangan jadikan saya lupa siapa yang memberikan sedikit ilmunya untuk saya
Jangan jadikan saya lupa siapa yang menyokong saya sehingga bisa berdiri
Jangan jadikan saya lupa siapa yang pernah memberi bahagia untuk saya
Dan jangan jadikan saya lupa siapa saya, identitas saya, status saya
di hadapanMu, makhlukMu.
Sehingga saya juga siap menerima kesedihan
Sehingga saya juga siap memberikan
Sehingga saya juga siap berjuang
Sehingga saya tetap mencintai Negara saya
Sehingga saya tetap menghormati orangtua saya,
saudara saya, guru-guru saya, teman-teman saya, orang-orang terkasih dan mengasihi saya.
Sehingga saya akan menunduk malu untuk kesombongan saya.
Sehingga saya akan menyesali keburukan saya.
Sehingga saya berusaha menjauhi ketidakbaikan.
Sehingga saya mensyukuri dan ikhlas dengan apa yang sudah Engkau pilihkan untuk saya.
Maaf tidak sopan saya meminta panjang lebar.
Terima kasih sudah mendengarkan pinta saya.
Tidak akan pernah segan saya kembali mengetuk, karena memang sudah seharusnya saya membutuhkanMu

Tidak ada komentar:
Posting Komentar