Selasa, 11 Desember 2012

Evolusi

Ini nih materi paling kontroversial sedunia :
EVOLUSI

Yep.
Manusia jadi terbagi dua akibat satu kata tadi.
Sebenarnya, apa yang kita pikirin kalau dengar kata "evolusi"?
Manusia dari kera?
Menentang ajaran Tuhan?
Atau apa?

Yuk, kita tengok dulu deh apa itu evolusi sebelum makin salah kaprah.
Pengertian umum evolusi yaitu perubahan menuju kesempurnaan yang terjadi perlahan-lahan dalam jangka waktu yang lama.
Evolusi banyak dikaitkan dengan ilmu hayat.
Ya bener sih, di ilmu hayat kita bakal mempelajari evolusi makhluk hidup.
Nah, di sini juga termasuk evolusi manusia.
Banyak tokoh yang mengajukan teori evolusi makhluk hidup,
sejak dari awal terjadinya makhluk hidup hingga perkembangan makhluk hidup tadi.

Di sini, aku pengen berbagi pikiran aja tentang evolusi, terutama evolusi manusia.

Yah, kita semua udah tahu lah ya, ada teori (nggak tepat juga kalau disebut teori Darwin) yang mengatakan kalau manusia berasal dari kera.
Wuih, mesti timbul kontroversi dong ya?
Masa iya kita mau disamain sama kera? Hehehe
Apalagi yang datang dari kalangan religius, pasti dengan tegas menolak karena mereka meyakini apa yang termaktub dalam kitab suci bahwa Tuhan menciptakan manusia pertama yaitu Adam kemudian pasangannya, Hawa.

Ayok merenung!
Manusia, dibekali Tuhan dengan panca indera, akal budi, dan pikiran.
Oleh sebab itu, manusia bisa beradaptasi dengan lingkungannya.
Manusia bisa banyak belajar dari lingkungan sekitarnya.
Manusia bisa menciptakan berbagai hal untuk membantu hidupnya.
Tapi ingat, manusia tetaplah terbatas, tetaplah nggak ada apa-apanya dibanding Tuhan.

Dengan keterbatasannya, manusia mencoba menguak berbagai misteri yang dihamparkan Tuhan.
Salah satunya ya asal usul mereka sendiri.
Berbagai teori diajukan tentang asal usul makhluk hidup.
Tapi siapa sih yang tahu mana yang paling benar? Kita kan nggak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi saat itu.
Tapi, dengan bekal-bekal super yang Tuhan pinjamkan, manusia bisa meraba kebenaran walaupun mungkin nyatanya masih jauh dari yang sebenarnya.

Dalam penelitian yang terkait dengan evolusi, ada beberapa cara yang lazim digunakan untuk menentukan rantai evolusi suatu spesies.
Di antaranya dengan penggalian dan penyusunan fosil.
Tiap lapisan kerak bumi terdapat fosil-fosil yang berbeda umurnya.
Dari situ kita bisa merunut jejak generasi yang paling tua hingga yang paling muda.
Kemudian kita bisa melihat kemiripan yang ada dalam satu spesies.
Bukti evolusi yang paling nyata ditinjau dari fosilnya adalah evolusi kuda (silahkan search)

Ingat lagi, manusia itu terbatas.

Ditemukanlah sejumlah fosil manusia.
Dengan metode yang sama, manusia menyusun rantai evolusi mereka sendiri.
Maka keluarlah teori bahwa manusia awalnya adalah kera yang berjalan tegak.

Metode lain yang digunakan adalah pencocokan DNA.
Dari metode ini, DNA manusia dan kera mempunyai kecocokan sebesar 97%.
Tiga persen sisanya lah yang membedakan manusia dengan kera.

Memang masih ada missing link dari rantai evolusi manusia.
Misteri yang sudah lama ada dan belum terpecahkan.
Tapi untuk sementara teori tersebut dianggap kuat.

Sekarang, dari tinjauan agama.

Tuhan menciptakan manusia pertama, Adam-Hawa.
Ada yang tahu bagaimana morfologis mereka?

Dari beberapa buku yang aku baca, banyak keterangan mengenai umur panjang nabi-nabi terdahulu dan ukuran tubuh mereka yang luar biasa.
Jika ditilik lagi, jenis-jenis manusia purba juga memiliki ukuran tubuh yang besar.
Hal itu diduga karena kondisi bumi yang juga dihuni makhluk-makhluk gigantis lain.
Manusia purba pun dibekali akal budi, pikiran, sama seperti kita sekarang.

Mohon maaf sebelumnya.
Tapi mungkinkah kita sendiri yang menafsirkan dan menggambarkan Adam selayaknya kita yang hidup sekarang ini?
Karena jika kita mendengar kata "manusia", kita tentu akan menafsirkan diri kita bukan?
Tidakkah pernah terpikir mungkin saja "manusia" terdahulu berbeda dengan kita yang sekarang?
Maafkan aku kalau tulisanku aneh begini.

Iman.
Aku mengimani Tuhan dan segala sabda-Nya, ciptaan-Nya, segala-Nya.
Di satu sisi aku juga manusia yang percaya dengan bukti-bukti yang dibentangkan di depanku.

Keterbatasan manusia.
Mungkin begitu.
Mungkin itu yang membuat seolah agama dan pengetahuan begitu jauh.
Padahal kita semua tahu, pengetahuan selalu berlandaskan dan diawali dari agama,
dari sabda-sabda Tuhan. Karena siapa lagi yang bisa dipercaya selain pencipta pengetahuan itu sendiri?

Hanya Tuhan Yang Maha Tahu dan Maha Sempurna.

*menggigil hebat*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar