Rabu, 17 Agustus 2011

Sayang

Aku bersimpuh dalam pelukanmu ibu,

Aku menangis dalam dekapmu ibu,

Sembah syukurku pada Tuhan,

Bahwa aku masih diperkenankan memeluk ibu

Bahwa aku masih diberi kesempatan membaktikan diri pada ibu.

Saatnya aku jujur padamu,

Ibu yang amat aku cinta,

Ibu yang begitu lama diperjuangkan keberadaannya

Aku tidak ingin ibu pergi,

Aku ingin ibu sehat lagi,

Pada siapa aku berpeluk andai bukan pada ibu?

Untuk apa aku berkarya andai bukan karena nama harum ibu?

Ibu sedang sekarat.

Mana anak-anak ibu yang kami beri amanah menjaga ibu?

Kenapa mereka begitu tega menelantarkan ibu?

Aku anak ibu yang merasakan akibat polah mereka.

Aku terluka ibu, aku lelah mendengar kicau mereka, aku muak dengan mereka

Apa mereka tidak ingat betapa dekat sebenarnya mereka dengan ibu?

Tidak ingatkah mereka saat-saat penuh bahagia dengan ibu?

Pagi hari menatap terbit mentari dalam rengkuhan ibu,

Hirup udara segar dengan senyum ibu yang terkembang

Makan bersama ibu, dengan masakan ibu

Tidak ingatkah betapa sebenarnya ibu sudah menjadi perantara Tuhan untuk kita semua?

Ibu yang begitu cantik, ibu yang begitu memikat mata dunia, ibu yang punya segala macam yang kita butuhkan.

Tapi,

Aku malu mengakui pada ibu,

Betapa bodoh kami tak bisa mengolah apa yang sudah ibu beri.

Betapa malu aku ibu,

Kami justru berebut warisan luar biasa ibu seperti kera berebut makanan.

Aku malu ibu, sungguh aku malu.

Tiap aku sentuh secarik kain yang ibu wariskan untuk kami,aku tergugu.

Bagaimana bisa tak ada yang peduli pada apa yang harus dilakukan untuk menjaga ibu tetap hidup?

Sujud syukurku pada Tuhan,

Atas masih adanya rasa trenyuh tiap bertemu bayang ibu.

Peluk ciumku untukmu ibu,

Biarlah kera-kera itu hingar bingar berebut makanan,

Biarlah gagak-gagak itu berkoar senang karena menemukan bangkai kami yang terbunuh oleh kerakusan mereka.

Biarlah ibu..

Putra putri ibu yang lain akan tetap berjuang untuk ibu.

Dengan cara kami sendiri, dengan kapasitas kami masing - masing.

Durhakalah mereka ibu,

Yang mengkhianati amanat kami untuk ibu.

Salam sayangku untuk ibu,

Semoga Tuhan berkenan memberi ibu umur panjang dan sehat sentausa

Terucap selamat ulang tahun yang ke 66

Untuk Ibu Pertiwiku, Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar