Senin, 20 Februari 2012

Ini ceritaku, apa ceritamu?

Wew..

Tahu yang namanya kebunraya Bogor?
Tahu seberapa luasnya tu kebon?
Pernah mbayangin kamu harus lari muterin kebon segedhe 1 kelurahan?

Nggak perlu bayangin! Aku ceritain di sini!

Ceritanya, smaga ngadain stuban nih ke SMA 2 Tangsel.
Kita berangkat sabtu malem, 18 Februari 2012 *huwaaa :'(
Nyampe di Bogor minggu antara pagi dan siang.

Dah, habis nyampe ke penginapaan, kita mandi-mandi gitulah,
baru habis itu pergi ke kebonraya.

Berhubung aku uda pernah ke sana sebelumnya,
nggak terlalu tertarik lah suru muter2 tuh kebon lagi.
Jadi, awalnya, aku cuma nurut aja suru jalan2 ke sana tanpa minat.

Berhubung aku ke sana bersama temenku dari paskib (dan mereka berjiwa paskib -_-)
mereka hebring banget liat Istana Bogor.
Aku seneng juga sih, tapi nggak sampe taraf hebring kayaknya.
Nah, akhirnya kami sepakat mau mejeng di depan tuh istana.

Begitu masuk gerbang kebunraya, kami bertiga langsung ngacir ke arah Istana,
tanpa liat peta segedhe gaban yang terpampang di depan muka kami.
Udah to, kami terus foto-foto nggak karuan di depan pager istana.

Suwung kan?
kami terus muter2 ke museum zoologi,
hebring liat kerangka aneh-aneh (-__-)"
Terus ke bunga bangkai, yang sayangnya lagi nggak mekar saat itu.

Kan tadi aku udah bilang kalo kami bertiga keburu ngacir tanpa liat peta sebelumnya.
Hasilnya, kami muter-muter nggak karuan tanpa tahu arah.
Jam 3 sore kami nyampe lagi di pintu masuk tadi.

Kali ini, kami merhatiin peta dengan seksama.
Aku histeris seketika,
"Oh, tidaak, itu jembatan merah yang sering aku liat di tipi bukan?!"
Temanku memandang takjub.
Pikiran aneh2 bersliweran di otakku.
"Aha, bagaimana kalo kita coba ke sana saja kawan?"

Semua manggut-manggut.
Kami perhatiin peta lagi.
Jleg.
"Jauh banget dari sini, masa iya jalan dari ujung ke ujung?"
Waktu kami tinggal 1 jam di sana.
Logikanya, setengah jam kami udah harus nyampe jembatan (kalo emang mau ke sana)
setengah jam lagi nyampe pintu keluar.

Kami saling lirik (backsound..)
"Let's run!!" seru temen2ku.
Wadaw!! Nggaaaaak maauuu..
Hanya demi liat jembatan yang sering diliput di tipi masa iya aku harus lari muterin kebon segedhe bonbin gini?

Karena aku satu-satunya "bidadari" diantara teman-teman paskibku,
mau nggak mau aku kudu ngikutin langkah mereka.
Mereka nggak tau sih, betapa sulitnya cewek mengimbangi langkah cowok -___-"

You know,
kami muterin museum zoologi lagi (3x)
lewat Teysman Park (2x)
Habis itu mblasak ke suatu tempat entahapanamanya
yang isinya kaktus, kamboja gedhe2, tanahnya putih kayak batu kapur.
Matilah.
Aku udah sampai titik nadir napasku, kalo ternyata kami nyasar, bisa gawat ceritanya.

"Brenti doong. Aku capeeeeekk. Kalo ini nyasar, mending balik deh," keluhku.
"No no no! Kita kudu temuin dulu tu jembatan baru brenti. Sayang banget perjalanan kita sejauh ini," sahut mereka.
Laki-laki kejam.
Dengusku.

Tiba-tiba salah seorang temenku teriak.
"Waaaaaa!!!"
Sontak aku berdiri sambil mencengkeram kaos temenku dan ngikutin mereka lari lagi.
Gimana nggak kaget, diantara rerimbun kamboja temenku hebring teriak kayak gitu!

Masih dalam panik dan jeritanku mataku melihat sesuatu yang berwarna merah.
Temen-temenku tidak menghentikan larinya.
Aku menatap nanar.
Mau lari sampe mana nih?

Jleg.
Kaki-kaki kami berhenti di depan jembatan merah.
Yep! Yang ini persis kayak yang aku liat di tipi.
Huwaaa, kami bertiga loncat-loncat kegirangan.
Kami lalu foto-foto kayak orang gila (saking senengnya)

Dirasa cukup, kami berniat balik ke pintu masuk (sekaligus pintu keluar)
Kami cukup yakin karena ada foto peta di tangan kami.
Yah, begitulah, kami kembali berlari, kali ini dengan perasaan puas.

Nggonduk luar biasa.
Tiga mobil wisata lewat di depan hidung kami.
Padahal tadi kami berangkat nggak ada satupun yang jalan.
Sebel!

Karena daging udah jadi bakso,
yaudah, kami lanjutin deh "pelarian" kami.
Begitu kami liat atap emas istana, kami jerit-jerit kegirangan lagi.

Semangat kami langsung lenyap.
Kami mendarat di sisi istana yang salah kawan!! Bayangkan!!
Dari sisi kami berdiri menuju sisi awal kami masuk tadi dibatasi danau yang luasnya minta ampun.
Ampun deh!

"Ya Tuhan, tega nian kau sesatkan gadis kerempeng ini setelah aku capek berlari," sungutku.
Duo cowok itu kembali berlari tanpa menghiraukan ratapan mengenaskanku.
Apa boleh buat, aku kembali mengejar mereka.

Gila!
Cuapeeeek buangeeeet!
Begitu nyampe di pintu keluar, sontak kami bertiga teriak "MERDEKA!!"

Pelarian belum berakhir.
Dari gerbang menuju bis cukup jauh juga.
Heran, cowok emang nggak punya capek ya? Sempet-sempetnya mereka lari lagi ke bis!
Huah, pontang panting aku menyejajarkan langkah.

Nyampe juga di bis.
Cukup tau ya, muka kami bertiga adalah yang paling kucel diantara yang kucel!
Aku nyalain AC, duduk selonjor sambil minum air mineral.
Ok, besok lagi aku nggak mau lari-lari kayak gini lagi.

"Kaw, kalian tau nggak, aku pernah liat di tipi, disini ada pohon buat nyari jodoh," ujarku.
"What?? Kenapa nggak ngomong daritadi? Besok lagi kita ke sana ya?!"
"TIDAAAAAKKK!" jeritku dalam hati.

Nah, itu ceritaku.
Orang waras pastinya bakal mikir seratus kali buat nglakuin hal kayak gitu tadi.
Bersyukurlah kalian yang hanya bisa ngekek dan membayangkan tampang-tampang kami.
Berharaplah, semoga kalian nggak bernasib sama kayak aku.
Satu lagi, jangan ngajak orang-orang berjiwa paskib ke tempat-tempat yang tak terduga.
Apa yang akan mereka lakukan lebih tidak terduga.

Wass..
:) :D :P

Tidak ada komentar:

Posting Komentar