hey,
hari ini terima rapot.
kyaaaa, nilainya turun semua.
peringkatnya anjlok deee :'(
hmm..
tapi aku pikir nggak ada yang perlu disesali,
apalagi disalahin.
nggak tahu kenapa, orang2 selalu menyalahkan nggak karuan,
padahal aku yang punya rapot aja nggak geger2 amat kok --"
ada kabar sedih lagi,
kemungkinan berangkat ke slovak kecil banget.
hiyyaaa, nggak tega ma ibug.
aku sih terima2 aja nggak liat salju taun ini, lha tapi ibug?
hmm,
apa ya yang salah dari aku selama ini?
dari dulu, aku dikenal sebagai anak pendiam dan kutu buku.
lebih baik di akademis daripada non akademis.
but, look at me now!
justru itu yang buat aku seneng di sana.
ya, karena aku bisa memutar dunia dengan eksistensiku di sana.
aku, cewek penyakitan yang jalan aja sering jatuh
berubah jadi cewek lumayan tegar yang punya sejuta tawa dan suka olahraga.
mungkin itu yang disayangkan orang lain,
melepas satu hal yang dianggap sangat penting hanya demi memuaskan dendam masa kecil.
tapi dengan beginilah aku bangga.
dengan beginilah aku yakin aku makhluk paling sehat.
dengan beginilah aku bisa selalu tertawa
dengan beginilah aku percaya bahwa kedua kakiku mampu menopangku berlari,
kedua tanganku bisa melakukan hal apapun yang sebelumnya tak terbayangkan bisa dilakukan olehku.
satu kalimat masa kecil yang aku ingat,
"Ibu, gimana ya andai besok kalau aku besar aku tiba2 jadi pelari atau atlet apalah?"
aku mengucapnya sambil nangis.
ya, saking aku benar2 tidak bisa menyeimbangkan badan,
saking aku benar2 tidak bisa berjalan tanpa terjatuh,
saking aku benar2 tidak bisa memukul bola voli dengan tangan kecilku.
dendam itu sudah terbayar lunas.
kalau tidak percaya, temui teman TK hingga SD ku,
tanyalah, apa aku bisa olahraga?
temui guru SD ku,
tanyakan berapa nilaiku untuk mapel Olahraga,
setelah itu bandingkan dengan pernyataan teman SMP atau SMA ku.
aku nggak tau ada masalah apa.
aku nggak lagi suka dianggap anak pintar, manis dan penurut.
aku udah dapat gelar itu sejak kecil hingga menginjak 15 tahun.
aku sekarang lebih senang dianggap cewek tomboy yang nggak pedulian, suka ketawa dan bisa lari.
obsesi kadang mengalahkan hal2 yang rasional.
yah, kapan lagi aku bisa mewujudkan obsesi dianggap pelari kalau tidak sekarang,
saat tubuhku mencapai pertumbuhan sempurna.
aku nyaman di sana,
aku tahu aku bertanggungjawab untuk banyak hal,
tapi ijinkan aku di sana untuk bekerja secara riil daripada mikir yang nggak keliatan wujudnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar